Home
Tentang Sekolah Boarding PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 07 July 2007 16:54
Di Indonesia, sekolah semacam boarding school telah banyak didirikan. Semua itu, menurut Pakar Pendidikan Drs H Arief Rachman, MPd, cukup bagus dan memiliki hasil positif dalam membangun pendidikan berkualitas.
“Sistem pembelajarannya cukup bagus, tidak hanya pendidikan dalam kelas, tapi di asrama juga ada pembinaan. Seperti di pesantren, setiap jam empat pagi anak-anak dibangunkan untuk salat tahajud,” tukas Arief seraya menambahkan, “kekurangannya hampir tidak ada, kecuali kalau manajemennya jelek.” 
Manajemen yang bagus dan berlaku untuk sekolah-sekolah lainnya, ungkap Arief, memiliki enam kriteria. Pertama, tujuan visi dari pendidikan di sekolah itu jelas dan dimengerti. Kedua, peraturan di sekolah jelas dimengerti dan konsisten. Ketiga, hubungan antara struktur yang ada (kepala sekolah, tata usaha, guru-murid, dan orang tua) mempunyai hubungan yang egaliter dan demokratis, tapi memperhatikan tatakrama ketimuran dan agama.


Keempat, struktur organisasi dan personalianya mempunyai kriteria yang mapan mengikuti arus zaman yang paling baru. Kelima, ada tolok ukur sistem evaluasi pendidikan yang sering disebut sukses pendidikan atau sukses pembelajaran. Keenam, manajemen yang baik adalah tidak isolatif, tapi dia mempunyai interaksi dan networking (jaringan-jaringan) yang cukup ke mana-mana.

“Kalau salah satu kriteria ini lemah, umpama personalianya tidak jujur, mau boarding ataupun non boarding, kualitas sekolah itu tetap jelek,” jelas bapak tiga putri yang sering memandu acara Hikmah Fajar di salah satu televisi swasta saat ditemui Rahmawati dari Majalah GEMARI di ruang kerjanya, Lab School IKIP Jakarta. 
Dengan adanya boarding school, keinginan orang tua mendapatkan sekolah berkualitas didukung tempat tinggal yang bagus bagi anak-anaknya dapat terpenuhi. Selain adanya pengawasan 24 jam, menyekolah anak di boarding school juga bisa meningkatkan persaudaraan yang kental di antara anak-anak, menciptakan hubungan yang baik antara guru dan murid. Dan di beberapa sekolah boarding school dimanfaatkan untuk meningkatkan efektifitas dari visi sekolah itu sendiri. 
“Visi ini yang membedakan boarding school dengan pesantren,” ujarnya sambil menambahkan, “pesantren itu nyantri. Dari mulai ilmu pengetahuannya sampai sikapnya harus sikap santri. Ada pula boarding school yang punya visi seperti itu. Tapi, yang populer sekarang ini orang mencoba mencari jalan tengah. Pesantren mau digabungkan dengan teknologi modern, sedang yang modern digabungkan agama,” paparnya. RW
di kutip dari Gemari Online : http://www.gemari.or.id/artikel/684.shtml
Last Updated on Wednesday, 17 March 2010 14:33
 
SMP Sekar Kemuning Islamic Boarding School, Powered by Joomla!; Joomla templates by SG web hosting